Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada warga desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang guyub membangun pura kahyangan tiga, pura desa lan puseh sekaligus melaksanakan upacara karya mamungkah, mupuk pedagingan, mapadudusan alit, wraspati kalpa utama lan ngusaba desa yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih-Medangsia (7/7).
Giri Prasta menyampaikan bahwa berkeinginan untuk membangun perekonomian sehat dan perputaran yang terus berjalan tanpa henti, yakni dengan membangun atau menanam taman Bali banten, yang merupakan satu wilayah khusus berlokasinya bahan-bahan peralatan banten, seperti janur, daun pisang, daun beringin, daun sirih, daun pandan, bunga, buah kelapa, buah pisang, buah pinang dan lain-lainnya. Sehingga akan memudahkan warga untuk mendapatkan semua itu, secara langsung akan membangun perekonomian yang sehat”, imbuh Wagub Giri Prasta.
Inilah gagasan yang disampaikan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menghadiri karya di Desa Pangyangan, Jembrana. Beliau mengajak setiap desa memiliki Taman Bali Banten, tempat berbagai kebutuhan upacara seperti janur, bunga, kelapa, pisang, daun sirih, pandan, hingga perlengkapan banten lainnya tersedia dari hasil desa sendiri.
Artinya, adat tetap lestari, krama lebih mudah menjalankan yadnya, dan uang yang berputar dari kebutuhan upacara bisa lebih banyak dinikmati oleh masyarakat lokal.
Beliau juga mengingatkan bahwa kekuatan Bali bukan hanya pada pura yang megah, tetapi pada persatuan, gotong royong, dan semangat sagilik-saguluk salunglung subayantaka. Karena Bali akan tetap kokoh jika adat, budaya, dan ekonomi rakyat berjalan berdampingan.
🔥 Kalau program seperti ini diterapkan di seluruh desa adat di Bali, apakah menurutmu akan membawa manfaat besar bagi krama?
Setuju atau punya pandangan lain? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar.


More Stories
Perlukah Upacara Adat di Bali Disederhanakan? Antara Menjaga Tradisi dan Meringankan Beban Krama
Pariwisata Bali Terus Tumbuh, Tapi Warga Benar-Benar Ikut Sejahtera? Atau Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri?
Kalau Bali Punya Transportasi Publik Modern, Jalur Mana yang Harus Dibangun Lebih Dulu? Saatnya Warga Ikut Menentukan!